Selasa, 05 Mei 2015

10 Penemuan Ilmiah Paling Menghebohkan 2014

TEMPO.CO , London: Journal Science merilis sepuluh penemuan ilmiah terheboh tahun ini. Salah satunya adalah lukisan tangan di Gua Salendrang, Maros, Sulawesi Selatan, yang berusia 40 ribu tahun. (Baca juga: Lukisan Gua Tertua Ditemukan di Sulawesi)

Berikut ini daftar sepuluh penemuan tersebut, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu, 20 Desember 2014.

1. Komet Rosetta
Roket Rosetta, yang membawa Philae, diluncurkan ke luar angkasa pada tahun 2004 dengan memanfaatkan gravitasi Bumi dan Mars, untuk membawasnya mendekati Komet 67P. Setelah mengejar Komet 67P / Churyumov-Gerasimenko selama lebih dari sepuluh tahun dan memasuki orbit pada Agustus 2014.

Roket yang sudah menempuh empat miliar mil (6,5 miliar kilometer) ini akhirnya meluncurkan Philae ke daratan komet pada 12 November 2014, dan berjalan 1 meter (40 inchi) per detik. Para ilmuwan baru-baru ini mengatakan air yang ada di komet berbeda dari di bumi. Mereka menilai air di bumi kita berasal dari asteroid, bukan komet.

2. Evolusi dinosaurus menjadi burung
Tim ilmuwan internasional menganalisa ribuan fosil dinosaurus dan burung di masa awal dunia, dan membandingkan tulang makhluk-makhluk tersebut dengan burung modern. Temuan mereka antara lain, bulu, berevolusi dengan baik sebelum burung pertama ditemukan. Bulu itu bukan untuk terbang, melainkan menjaga dinosaurus unggas tersebut hangat. Selain itu, bulu pun digunakan untuk menarik lawan jenis dan menjaga keseimbangan tubuh.

3. Darah muda untuk serum awet muda
Para ilmuwan mencoba menemukan cara untuk meremajakan otot dan otak orang-orang tua, dengan memberi mereka asupan darah orang muda. Penelitian yang dipublikasikan tahun ini oleh para peneliti di Harvard University menunjukkan protein yang dikandung darah muda, dikenal sebagai GDF11, bisa memicu kekuatan otot dan daya tahan. Saat ini, tes dilakukan terhadap orang-orang berusia 18 tahun dan pasien Alzheimer berumur tua, yang menerima suntikan plasma dari orang muda.

4. Robot kompak
Robot-robot mungil dikembangkan para ilmuwan di Harvard University untuk membangun struktur sederhana tanpa pengawasan. Ada suatu kelompok di Amerika yang membuat ribuan mesin yang bisa mencetak bentuk persegi, persegi panjang dan bentuk-bentuk dua dimensi lainnya.

Selain itu, ada pengembangan dengan memanfaatkan 10 pesawat tanpa awak dengan empat mesin atau quadcopter, untuk memancarkan lokasi satu dengan lain. Teknologi ini dikembangkan untuk menghindari tabrakan, terbang dengan suatu formasi, serta berputar. Dalam eksperimen berikutnya, kapal robot mampu menampilkan manuver, dengan komando dari satu komputer pusat yang dilengkapi kamera. Penemuan-penemuan ini menjadi harapan suatu hari nanti robot bisa mengambil alih tugas manusia.

5. Chip komputer serupa otak manusia
Ahli komputer dari IBM dan sejumlah perusahaan lainnya mengembangkan chip neuromorfik berskala besar pertama. Chip ini dirancang untuk mengolah informasi layaknya otak. Otak manusia bekerja melalui neuron individu yang berkomunikasi dengan ribuan neuron di sekitarnya menggunakan sinyal kimia. Pada umumnya otak memiliki jaringan yang terdiri dari 100 miliar neuron, terhubung oleh 100 triliun sinapsis. Dengan meniru arsitektur otak manusia, chip TrueNorth IDM menggunakan 5,4 miliar transistor serta 256 juta sinapsis.

6. Lukisan tangan di gua Maros di Sulawesi Selatan
Lukisan tangan yang menggambarkan hewan ditemukan pada sebuah gua di Maros, Sulawesi, Indonesia. Usianya diperkirakan 35 ribu - 40 ribu tahun. Semua, umurnya diprediksi 10 ribu tahun. Goresan tersebut diciptakan dengan mencipratkan dan meniup cat berwarna merah di tangan, kemudian ditempelkan ke dinding gua. Lukisan itu bercampur dengan gambar babi rusa berwarna merah serta pigmen berwarna mulberi. Penemuan ini menggambarkan jenis lukisan tersebut sudah dikenal di seluruh dunia, bahkan hingga Afrika, sejak 60 ribu tahun silam.

7. Manipulasi ingatan dengan cahaya
Seperti dalam film Eternal Sunshine of a Spotless Mind, para peneliti membuktikan mampu memanipulasi bahkan menghilangkan ingatan - setidaknya pada tikus. Dengan menggunakan teknis yang disebut optogentik, melalui virus untuk membawa molekul sensitif ringan menuju neuron tikus, mereka mampu mengubah aktivitas otak binatang.

Para peneliti di MIT bisa membuang ingatan yang ada dan menanamkan yang palsu. Mereka pun mampu menukar ingatan buruk menjadi baik. Meski masih kontroversial, implikasi teknik ini jelas. Jika digunakan untuk manusia, dokter memiliki kemampuan untuk mengontrol tingkah laku manusia, dan bisa membantu para pecandu atau penderita kelainan seperti depresi dan schizophrenia.

8. Satelit murah
Meski sudah diluncurkan ke luar angkasa lebih dari satu dekade, satelit-satelit murah berukuran 4 inchi (10 sentimeter) persegi bernama CubeSats akhirnya benar-benar dilepas tahun 2014. Sebagai alat pendidikan bagi para mahasiswa, miniatur satelit tersebut sudah menjalankan sejumlah kegiatan ilmiah, menurut para peneliti. Sepanjang tahun ini, lebih dari 75 unit satelit diluncurkan, melakukan penelitian luar angkasa seperti mempelajari reaksi tumbuhan terhadap gravitasi. Selebihnya digunakan untuk menguji teknologi baru ponsel pintar dan satelit komunikasi. CubeSats diharapkan mampu menjadi teleskop luar angkasa untuk mengamati bui dan memonitor lingkungan.

9. Pengembangan alfabeta genetic
Semua kehidupan yang terjadi di bumi memiliki struktur dasar yang sama dalam kode genetik - untaian panjang DNA yang menggunakan empat molekul dasar pembentuk alfabeta geneik. Para peneliti di The Scripps Research Institute di California tahun ini menciptakan organisme pertama yang memiliki dua huruf genetik tambahan. Mereka menemukan DNA bisa menyalin dirinya. Meski bakteri sintetis ini tidak mampu bereproduksi di luar laboratorium, para ilmuwan percaya bakteri itu bisa dimanfaatkan untuk membuat biokimia dengan bahan yang tidak natural.

10. Sel penyembuh diabetes
Dua kelompok menemukan dua metode berbeda untuk mengembangkan sel yang mirip sel beta - sel yang memproduksi insulin dalam pankreas - di laboratorium tahun ini. Para peneliti memiliki kesempatan untuk mempelajari diabetes. Sel batang embrionik manusia dipakai untuk menangkal penyakit, yang sebelumnya sudah dipelajari para ilmuwan untuk membuat insulin. Sel beta membantu mengatur tingkat glukosa dalam aliran darah. Dalam tubuh penderita diabetes, sistem imun dapat melawan sel-sel tersebut dan membunuh mereka. Para peneliti dari University of British Columbia dan Harvard University memakai sel beta yang dikembangkan dari kulit manusia sehat, untuk dibandingkan dengan pasien diabetes. Para peneliti ingin melihat adanya perbedaan dari keduanya.

DAILY MAIL | MARIA YUNIAR

Tidak ada komentar: