Jakarta (ANTARA News) - Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil meraih tujuh medali pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2011 yang diikuti 90 siswa SMA dari 17 provinsi di Indonesia.

"Keberhasilan Yogyakarta meraih medali terbanyak membuktikan, bahwa propinsi tersebut akan memiliki bibit peneliti di masa datang," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat menutup OPSI di Jakarta, Rabu.

Fasli menambahkan masyarakat Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada persoalan seperti korupsi dan kekerasan, tetapi sebenarnya orang luar melihat Indonesia ini adalah negara dengan potensi yang besar.

"Kita harus punya mimpi suatu saat menjadi bangsa yang bermartabat. Dan mimpi itu harus dibangun dari sekarang, dan itu bisa dimulai dengan melakukan penelitian di sekolah," katanya.

Jika kreativitas dan inovasi dikembangkan sejak sekarang di tingkat sekolah maka lanjut Fasli Indonesia sudah punya calon peneliti ke depan.

Fasli pada kesempatan itu juga mengimbau kepada guru agar mengarahkan anak didiknya menjadi siswa yang kreatif dan inovatif sehingga impian Indonesia menjadi negara terbesar ke-8 di dunia pada 2045 bukan hal yang mustahil.

"Untuk memacu semangat anak bangsa menjadi para peneliti handal pemerintah memberikan insentif pendanaan kegiatan inovasi dan kreatifitas kepada sekolah-sekolah di seluruh Tanah Air," katanya.

lebih lanjut Wamendiknas mengatakan saat ini pemerintah sedang mengembangkan pemberian kesejahteraan yang lebih kepada para peneliti di Indonesia.

"Kami mendorong siswa-siswa yang berhasil pada olimpiade peneliti siswa kali ini untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang pintar yang dimiliki Indonesia," katanya.

Indonesia mempunyai 2000 profesor yang tersebar di 27 negara dan seanyak 45 pelajar yang tergabung dalam pelajar Indonesia di 45 negara. "Mereka semua bisa dijadikan referensi untuk menjadi anak bangsa yang terbaik," ujarnya.

Fasli mengatakan opsi ini diadakan dengan memberikan banyak peluang. Kategori yang diberikan banyak yaitu kategori juara, penghargaan makalah, display, poster favorit, penghargaan bidang ilmu matematika, fisika, kimia, biologi. Hal itu dimaksudkan agar olimpiade ini tidak elitis.

Dengan demikian semakin banyak siswa yang mendapat kesempatan karena ruang geraknya lebih terbuka sehingga akan muncul potensi dari daerah-daerah, tambahnya.

Para pemenang medali emas, yakni Bintang Rantau Randa dan tim dari SMAN 1 Kasihan Bantul, Febrianti Silviana Dewi dan tm dari SMA Muhammadiyah 2, DIY.

Medali perak diraih Ridwan Budiyanto dan tim dari SMAN I Karangmojo DIY, medali perunggu diraih Maulida Norma Anisa dari SMAN I Yogyakarta. Penghargaan makalah diraih Bintang Rantau Randa dan tim SMAN 1 Kasihan Bantul, DIY, penghargaan interaksi diraih irfan Joyo Kusumo dari SMAN I Yogyakarta dan penghargaan bidang ilmu matematika diraih Rahmat Hadi Saputro dari SMAN 1 Yogyakarta.
(T.Z003/S006)