Jakarta (ANTARA News) - Pemenang lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina yang terbagi atas dua kategori yaitu "best theory" dan "best presenter" diumumkan pada Jumat di Jakarta.
Sebanyak 24 mahasiswa meraih juara pertama, kedua dan ketiga di bidang matematika, fisika, kimia dan biologi untuk kategori pengerjaan soal teori dan kategori penyampaian presentasi dari total 16.500 peserta yang berasal dari perguruan tinggi dan swasta di 33 provinsi di Indonesia.
"Melihat antusiasme peserta, Pertamina optimistis akan masa depan Indonesia karena memiliki banyak energi muda," kata Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini yang hadir dalam acara tersebut.
Kompetisi tersebut sudah diselenggarakan sejak 2008 hasil kerja sama Pertamina dengan Universitas Indonesia dan merupakan bagian dari "corporate social responsibility" perusahaan energi tersebut untuk untuk pendidikan, dengan total hadiah sebesar 2,8 miliar rupiah.
Hadiah tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada 24 pemenang utama di tingkat pusat tapi juga kepada 396 pemenang mahasiswa lain di tingkat provinsi serta dana pembinaan kepada 24 perguruan tinggi yang dianggap berhasil membimbing mahasiswanya.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim yang juga hadir dalam acara tersebut berharap agar kompetisi sejenis diselenggarakan oleh perusahaan lain agar mendorong budaya akademis di Indonesia.
"Saya berharap para pemenang juga tidak bergaul hanya dengan yang pandai-pandai saja tapi juga merangkul teman-teman lain agar ikut pintar karena untuk membangun bangsa ini harus bersama-sama," kata Musliar.
Ia mencontohkan bahwa di Indonesia baru terdapat sekitar 16 ribu orang penyandang gelar doktor, namun di China dengan populasi penduduk hanya lima kali lipat dari penduduk Indonesia, ada 400 ribu orang yang bergelar doktor.
"Untuk mengejar ketertinggalan tersebut pemerintah berupaya untuk menghasilkan seribu orang doktor setiap tahun melalui beasiswa unggulan, tentu Pertamina juga dapat ikut serta untuk mendukung target tersebut," tambah Musliar.
Kompetisi OSN Pertamina dimulai sejak masa pendaftaran mahasiswa yang minimal duduk di semester tiga tersebut pada 1 Agustus-20 September, dilanjutkan dengan seleksi tingkat provinsi berupa ujian tertulis. Peserta yang lolos masuk ke final tingkat provinsi berupa ujian esai dan pemaparan makalah pada 7 Oktober hingga terpilih 132 finalis yang berkompetisi di tingkat pusat selama 1-4 November.
Pemenang pertama kategori "best presenter" bidang matematika adalah Salwa Nursyahida dari Universitas Pendidikan Indonesia, bidang Fisika ialah Chalis Setyadi dari Universitas Gajah Mada, bidang Kimia adalah Ade Agus Hidayat dari Universitas Syah Kuala dan bidang Biologi bernama Andreas Binar Aji dari Universitas Kristen Satyawacana.
Sedangkan pemenang pertama kategori "best theory" bidang Matematika ialah Bernard Immanuel dari Universitas Indonesia, bidang Fisika adalah I Gede Ariana dari Universitas Pendidikan Ganesha Bali, bidang Kimia adalah Irkham dari Universitas Indonesia dan bidang Biologi ialah Ardiantiono dari Universitas Indonesia.
Pemenang pertama kategori "best presenter" mendapat uang sebesar Rp6,5 juta, pemenang kedua sebesar Rp4,5 juta dan pemenang ketiga berhak mendapat Rp2,5 juta.
Sedangkan juara pertama kategori "best theory" memperoleh uang sebesar Rp7,5 juta, juara kedua mendapat Rp5 juta dan juara ketiga memperoleh Rp3 juta. (SDP-03)
Blog ini merupakan sarana informasi Kegiatan yang dilakukan oleh/ untuk kalangan muda maupun yang merasa muda / demi menyongsong masa depan yang lebih baik Kami Beralamatkan di Jln. H. Enang No. 28 Cisalak Depok ( Chicak Musik Studio), Telp. 08159906112
Minggu, 06 November 2011
Selasa, 25 Oktober 2011
Hebat! Anak Indonesia Juara Umum Lomba Matematika Internasional
Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Jangan remehkan anak-anak Indonesia! Di kancah internasional, mereka bisa unjuk gigi. Sekelompok bocah asal Indonesia menjadi juara umum lomba matematika internasional. Prestasi yang sangat membanggakan.
"Mereka menjadi juara umum dalam lomba matematika Wizard at Mathematics International Compteition (WIZMIC)," ujar orang tua peserta lomba tersebut, Chaidir Purwadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/10/2011).
Lomba tersebut digelar di City Montessori School Lucknow, India, pada 21-24 Oktober 2011. 16 Siswa asal Indonesia terbang ke Lucknow dan dibagi dalam 4 kelompok.
Mereka yang menjadi juara umum adalah Adrianzka Mayreswara Dewa dari SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi, Gian Cordana Sanjaya dari SDK Marsudirini Negara Bali, Boen Anthony William Brian dari SMP Mahatma Gandhi School, serta Nadhira Salsabila dari SMP Labschool Kebayoran.
Di kategori perorangan, kontingen Indonesia mendapat 2 emas, 5 perak dan 9 Perunggu. Emas kategori perorangan diraih oleh Gian Cordana dan Boen Anthony William Brian. Di kategori grup, Indonesia sukses memperoleh 1 emas dan 3 perunggu. Sedangkan di kategori tim, Indonesia mendapat 1 emas dan 3 perak.
Lomba matematika kali ini diikuti siswa-siswa dari China, Thailand, Philipina, India, Afrika Selatan dan Indonesia. Pesertanya merupakan siswa kelas 6 hingga 9. Sedangkan pelajar Indonesia yang dikirim adalah siswa kelas 6 hingga 8.
"Keberhasilan siswa siswi tersebut membuktikan bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan negara lain," ucap ayahanda Fauzan Hanandito Chaidir dari SMPN 1 Bogor ini bangga.
Kontingen Indonesia berasal dari KPM Internasional yang dipimpin oleh Ridwan Saputra. Rencananya para pelajar itu akan kembali ke Indonesia pada Kamis 27 Oktober mendatang.
"Saat penutupan acara, anak-anak diminta menari Tari Saman hingga dua kali. Ini sekaligus juga untuk pertukaran kebudayaan. Anak saya senang karena bisa lomba bersama dari orang berbagai ras," ucap Chaidir yang selalu memantau kegiatan kontingen Indonesia di WIZMIC itu dari Tanah Air.
(vit/fay)
Jakarta - Jangan remehkan anak-anak Indonesia! Di kancah internasional, mereka bisa unjuk gigi. Sekelompok bocah asal Indonesia menjadi juara umum lomba matematika internasional. Prestasi yang sangat membanggakan.
"Mereka menjadi juara umum dalam lomba matematika Wizard at Mathematics International Compteition (WIZMIC)," ujar orang tua peserta lomba tersebut, Chaidir Purwadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/10/2011).
Lomba tersebut digelar di City Montessori School Lucknow, India, pada 21-24 Oktober 2011. 16 Siswa asal Indonesia terbang ke Lucknow dan dibagi dalam 4 kelompok.
Mereka yang menjadi juara umum adalah Adrianzka Mayreswara Dewa dari SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi, Gian Cordana Sanjaya dari SDK Marsudirini Negara Bali, Boen Anthony William Brian dari SMP Mahatma Gandhi School, serta Nadhira Salsabila dari SMP Labschool Kebayoran.
Di kategori perorangan, kontingen Indonesia mendapat 2 emas, 5 perak dan 9 Perunggu. Emas kategori perorangan diraih oleh Gian Cordana dan Boen Anthony William Brian. Di kategori grup, Indonesia sukses memperoleh 1 emas dan 3 perunggu. Sedangkan di kategori tim, Indonesia mendapat 1 emas dan 3 perak.
Lomba matematika kali ini diikuti siswa-siswa dari China, Thailand, Philipina, India, Afrika Selatan dan Indonesia. Pesertanya merupakan siswa kelas 6 hingga 9. Sedangkan pelajar Indonesia yang dikirim adalah siswa kelas 6 hingga 8.
"Keberhasilan siswa siswi tersebut membuktikan bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan negara lain," ucap ayahanda Fauzan Hanandito Chaidir dari SMPN 1 Bogor ini bangga.
Kontingen Indonesia berasal dari KPM Internasional yang dipimpin oleh Ridwan Saputra. Rencananya para pelajar itu akan kembali ke Indonesia pada Kamis 27 Oktober mendatang.
"Saat penutupan acara, anak-anak diminta menari Tari Saman hingga dua kali. Ini sekaligus juga untuk pertukaran kebudayaan. Anak saya senang karena bisa lomba bersama dari orang berbagai ras," ucap Chaidir yang selalu memantau kegiatan kontingen Indonesia di WIZMIC itu dari Tanah Air.
(vit/fay)
Sabtu, 15 Oktober 2011
Yogyakarta raih tujuh medali olimpiade penelitian siswa
Jakarta (ANTARA News) - Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil meraih tujuh medali pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2011 yang diikuti 90 siswa SMA dari 17 provinsi di Indonesia.
"Keberhasilan Yogyakarta meraih medali terbanyak membuktikan, bahwa propinsi tersebut akan memiliki bibit peneliti di masa datang," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat menutup OPSI di Jakarta, Rabu.
Fasli menambahkan masyarakat Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada persoalan seperti korupsi dan kekerasan, tetapi sebenarnya orang luar melihat Indonesia ini adalah negara dengan potensi yang besar.
"Kita harus punya mimpi suatu saat menjadi bangsa yang bermartabat. Dan mimpi itu harus dibangun dari sekarang, dan itu bisa dimulai dengan melakukan penelitian di sekolah," katanya.
Jika kreativitas dan inovasi dikembangkan sejak sekarang di tingkat sekolah maka lanjut Fasli Indonesia sudah punya calon peneliti ke depan.
Fasli pada kesempatan itu juga mengimbau kepada guru agar mengarahkan anak didiknya menjadi siswa yang kreatif dan inovatif sehingga impian Indonesia menjadi negara terbesar ke-8 di dunia pada 2045 bukan hal yang mustahil.
"Untuk memacu semangat anak bangsa menjadi para peneliti handal pemerintah memberikan insentif pendanaan kegiatan inovasi dan kreatifitas kepada sekolah-sekolah di seluruh Tanah Air," katanya.
lebih lanjut Wamendiknas mengatakan saat ini pemerintah sedang mengembangkan pemberian kesejahteraan yang lebih kepada para peneliti di Indonesia.
"Kami mendorong siswa-siswa yang berhasil pada olimpiade peneliti siswa kali ini untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang pintar yang dimiliki Indonesia," katanya.
Indonesia mempunyai 2000 profesor yang tersebar di 27 negara dan seanyak 45 pelajar yang tergabung dalam pelajar Indonesia di 45 negara. "Mereka semua bisa dijadikan referensi untuk menjadi anak bangsa yang terbaik," ujarnya.
Fasli mengatakan opsi ini diadakan dengan memberikan banyak peluang. Kategori yang diberikan banyak yaitu kategori juara, penghargaan makalah, display, poster favorit, penghargaan bidang ilmu matematika, fisika, kimia, biologi. Hal itu dimaksudkan agar olimpiade ini tidak elitis.
Dengan demikian semakin banyak siswa yang mendapat kesempatan karena ruang geraknya lebih terbuka sehingga akan muncul potensi dari daerah-daerah, tambahnya.
Para pemenang medali emas, yakni Bintang Rantau Randa dan tim dari SMAN 1 Kasihan Bantul, Febrianti Silviana Dewi dan tm dari SMA Muhammadiyah 2, DIY.
Medali perak diraih Ridwan Budiyanto dan tim dari SMAN I Karangmojo DIY, medali perunggu diraih Maulida Norma Anisa dari SMAN I Yogyakarta. Penghargaan makalah diraih Bintang Rantau Randa dan tim SMAN 1 Kasihan Bantul, DIY, penghargaan interaksi diraih irfan Joyo Kusumo dari SMAN I Yogyakarta dan penghargaan bidang ilmu matematika diraih Rahmat Hadi Saputro dari SMAN 1 Yogyakarta.
(T.Z003/S006)
"Keberhasilan Yogyakarta meraih medali terbanyak membuktikan, bahwa propinsi tersebut akan memiliki bibit peneliti di masa datang," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat menutup OPSI di Jakarta, Rabu.
Fasli menambahkan masyarakat Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada persoalan seperti korupsi dan kekerasan, tetapi sebenarnya orang luar melihat Indonesia ini adalah negara dengan potensi yang besar.
"Kita harus punya mimpi suatu saat menjadi bangsa yang bermartabat. Dan mimpi itu harus dibangun dari sekarang, dan itu bisa dimulai dengan melakukan penelitian di sekolah," katanya.
Jika kreativitas dan inovasi dikembangkan sejak sekarang di tingkat sekolah maka lanjut Fasli Indonesia sudah punya calon peneliti ke depan.
Fasli pada kesempatan itu juga mengimbau kepada guru agar mengarahkan anak didiknya menjadi siswa yang kreatif dan inovatif sehingga impian Indonesia menjadi negara terbesar ke-8 di dunia pada 2045 bukan hal yang mustahil.
"Untuk memacu semangat anak bangsa menjadi para peneliti handal pemerintah memberikan insentif pendanaan kegiatan inovasi dan kreatifitas kepada sekolah-sekolah di seluruh Tanah Air," katanya.
lebih lanjut Wamendiknas mengatakan saat ini pemerintah sedang mengembangkan pemberian kesejahteraan yang lebih kepada para peneliti di Indonesia.
"Kami mendorong siswa-siswa yang berhasil pada olimpiade peneliti siswa kali ini untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang pintar yang dimiliki Indonesia," katanya.
Indonesia mempunyai 2000 profesor yang tersebar di 27 negara dan seanyak 45 pelajar yang tergabung dalam pelajar Indonesia di 45 negara. "Mereka semua bisa dijadikan referensi untuk menjadi anak bangsa yang terbaik," ujarnya.
Fasli mengatakan opsi ini diadakan dengan memberikan banyak peluang. Kategori yang diberikan banyak yaitu kategori juara, penghargaan makalah, display, poster favorit, penghargaan bidang ilmu matematika, fisika, kimia, biologi. Hal itu dimaksudkan agar olimpiade ini tidak elitis.
Dengan demikian semakin banyak siswa yang mendapat kesempatan karena ruang geraknya lebih terbuka sehingga akan muncul potensi dari daerah-daerah, tambahnya.
Para pemenang medali emas, yakni Bintang Rantau Randa dan tim dari SMAN 1 Kasihan Bantul, Febrianti Silviana Dewi dan tm dari SMA Muhammadiyah 2, DIY.
Medali perak diraih Ridwan Budiyanto dan tim dari SMAN I Karangmojo DIY, medali perunggu diraih Maulida Norma Anisa dari SMAN I Yogyakarta. Penghargaan makalah diraih Bintang Rantau Randa dan tim SMAN 1 Kasihan Bantul, DIY, penghargaan interaksi diraih irfan Joyo Kusumo dari SMAN I Yogyakarta dan penghargaan bidang ilmu matematika diraih Rahmat Hadi Saputro dari SMAN 1 Yogyakarta.
(T.Z003/S006)
Selasa, 11 Oktober 2011
UGM luncurkan website "Rumah Pintar"
Yogyakarta (ANTARA News) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu meluncurkan "website" rumah pintar dan motor pintar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Keberadaan `website` tersebut diharapkan semakin menarik bagi pihak pengelola untuk meningkatkan jaringan dan pembangunan kapasitas di bidang teknologi informasi," kata Ketua II Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Ny Djoko Suyanto dalam sambutan yang dibacakan Ny Dani Hendarman Supanji.
Selain itu, menurut dia pada peluncuran "website" tersebut, diharapkan juga akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi rumah dan motor pintar.
Ia mengatakan, saat ini di DIY terdapat tujuh rumah pintar dan delapan motor pintar. Program rumah dan motor pintar merupakan implementasi dari program pilar Indonesia Pintar yang dicanangkan oleh SIKIB dan telah berkembang pesat dan tersebar hampir di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Pengembangan dan Layanan Riset Industri LPPM UGM Yusril Yusuf mengatakan, sasaran kegiatan rintisan rumah pintar adalah masyarakat perdesaan maupun perkotaan yang dipandang perlu mendapat fasilitas untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, kecakapan hidup, dan pengembangan sikap mental keribadian dalam upaya menyelaraskan dengan perkembangan masyarakat.
(B015*H010)
"Keberadaan `website` tersebut diharapkan semakin menarik bagi pihak pengelola untuk meningkatkan jaringan dan pembangunan kapasitas di bidang teknologi informasi," kata Ketua II Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Ny Djoko Suyanto dalam sambutan yang dibacakan Ny Dani Hendarman Supanji.
Selain itu, menurut dia pada peluncuran "website" tersebut, diharapkan juga akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi rumah dan motor pintar.
Ia mengatakan, saat ini di DIY terdapat tujuh rumah pintar dan delapan motor pintar. Program rumah dan motor pintar merupakan implementasi dari program pilar Indonesia Pintar yang dicanangkan oleh SIKIB dan telah berkembang pesat dan tersebar hampir di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Pengembangan dan Layanan Riset Industri LPPM UGM Yusril Yusuf mengatakan, sasaran kegiatan rintisan rumah pintar adalah masyarakat perdesaan maupun perkotaan yang dipandang perlu mendapat fasilitas untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, kecakapan hidup, dan pengembangan sikap mental keribadian dalam upaya menyelaraskan dengan perkembangan masyarakat.
(B015*H010)
Kamis, 15 September 2011
Juara Asia Tiba di Tanah Air
INILAH.COM,
Jakarta - Timnas U-15 yang baru saja menjuarai Piala Pelajar Asia 2011
(Asian Student Cup Football Tournament) di Thailand tiba di Tanah Air
dengan sambutan yang meraih meski tanpa kehadiran pengurus PSSI.
Indra Kelana Nasution dan kawan-kawan saat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang Banten, Senin hanya disambut oleh orang tua pemain serta perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Kita sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Ini sebuah prestasi yang pantas dibanggakan," kata manager timnas U-15, Roni Iswandi setibanya di Tanah Air.
Timnas U-15 sukses menjadi juara setelah dibabak final mampu mengalahkan tuan rumah Thailand dengan skor akhir 2-1. Bahkan timnas Garuda muda ini mampu unggul 2-0 terlebih dahulu sebelum diperpendek selisih golnya oleh lawan.
Menurut dia, pada babak final anak asuh Rasiman itu harus berjibaku dengan lapangan yang becek. Meski demikian, timnas mampu mengendalikan jalannya pertandingan sehingga mampu mengalahkan tim tuan rumah.
Roni mengaku, sejak timnya lolos ke babak semifinal pihaknya langsung menginformasikan ke Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Hanya saja, informasi yang diberikan belum mendapatkan respon dari pucuk pimpinan federasi sepak bola Indonesia itu.
"Saya langsung sms Pak Djohar, tapi hingga saat ini tidak dapat balasan. Padahal sudah tak kasih nama saya di sms itu," katanya menambahkan.
Meski tidak mendapatkan respon dari PSSI, Roni mengaku tidak kecewa karena dirinya dan tim saat ini telah sukses membawa timnas muda Indonesia menjadi yang terbaik didataran Asia.
Ia menjelaskan sebetulnya tim yang dibawa ke Thailand ini bukan tim yang dibentuk sebelumnya. Timnas ini merupakan campuran dari pemain Indonesia Football Academy (IFA), Jakarta Football Academy (JFA), MUBA dan UNI Bandung.
"Tim yang saya bentuk sempat dikatakan tim tarkam oleh pak Bob Hippy. Ternyata tim yang saya bentuk malah dibawa ke Thailand untuk kualifikasi AFC U-16. Hanya empat pemain saja yang turun di U-15," katanya dengan tegas.
Dengan hasil yang diraih saat ini, Roni berharap timnas U-25 yang telah dibentuk tidak dibubarkan. Jika dibutuhkan untuk pertandingan yang lain hanya diperlukan tambal sulam saja.
Timnas U-15 selain mampu menjadi yang terbaik juga dinobatkan sebagi tim fair play. Selain itu pemain depan Indra Kelana Nasution dinobatkan sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. Sedangkan Awan Setoraharjo sebagai penjaga gawang terbaik.
Sementara itu Asisten Deputy Sentra Keolahragaan Kemenpora Raden Isnanta mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh timnas U-15 sebagai juara Piala Pelajar Asia 2011.
"Kami turut bangga dengan prestasi yang diraih anak bangsa ini. Ini salah satu bentuk pembinaan atlet yang baik," katanya di Bandara Soekarno Hatta.
Menurut dia, tim yang harus dibina dengan baik atau bahkan bisa dimasukkan ke Program Indonesia Emas (PRIMA). Berhubung pemain timnas ini bukan hanya dari Diklat Ragunan maka bisa dimasukkan dalam PPLP-PPLP yang ada di Indonesia. [antara]
Indra Kelana Nasution dan kawan-kawan saat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang Banten, Senin hanya disambut oleh orang tua pemain serta perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Kita sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Ini sebuah prestasi yang pantas dibanggakan," kata manager timnas U-15, Roni Iswandi setibanya di Tanah Air.
Timnas U-15 sukses menjadi juara setelah dibabak final mampu mengalahkan tuan rumah Thailand dengan skor akhir 2-1. Bahkan timnas Garuda muda ini mampu unggul 2-0 terlebih dahulu sebelum diperpendek selisih golnya oleh lawan.
Menurut dia, pada babak final anak asuh Rasiman itu harus berjibaku dengan lapangan yang becek. Meski demikian, timnas mampu mengendalikan jalannya pertandingan sehingga mampu mengalahkan tim tuan rumah.
Roni mengaku, sejak timnya lolos ke babak semifinal pihaknya langsung menginformasikan ke Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Hanya saja, informasi yang diberikan belum mendapatkan respon dari pucuk pimpinan federasi sepak bola Indonesia itu.
"Saya langsung sms Pak Djohar, tapi hingga saat ini tidak dapat balasan. Padahal sudah tak kasih nama saya di sms itu," katanya menambahkan.
Meski tidak mendapatkan respon dari PSSI, Roni mengaku tidak kecewa karena dirinya dan tim saat ini telah sukses membawa timnas muda Indonesia menjadi yang terbaik didataran Asia.
Ia menjelaskan sebetulnya tim yang dibawa ke Thailand ini bukan tim yang dibentuk sebelumnya. Timnas ini merupakan campuran dari pemain Indonesia Football Academy (IFA), Jakarta Football Academy (JFA), MUBA dan UNI Bandung.
"Tim yang saya bentuk sempat dikatakan tim tarkam oleh pak Bob Hippy. Ternyata tim yang saya bentuk malah dibawa ke Thailand untuk kualifikasi AFC U-16. Hanya empat pemain saja yang turun di U-15," katanya dengan tegas.
Dengan hasil yang diraih saat ini, Roni berharap timnas U-25 yang telah dibentuk tidak dibubarkan. Jika dibutuhkan untuk pertandingan yang lain hanya diperlukan tambal sulam saja.
Timnas U-15 selain mampu menjadi yang terbaik juga dinobatkan sebagi tim fair play. Selain itu pemain depan Indra Kelana Nasution dinobatkan sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. Sedangkan Awan Setoraharjo sebagai penjaga gawang terbaik.
Sementara itu Asisten Deputy Sentra Keolahragaan Kemenpora Raden Isnanta mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh timnas U-15 sebagai juara Piala Pelajar Asia 2011.
"Kami turut bangga dengan prestasi yang diraih anak bangsa ini. Ini salah satu bentuk pembinaan atlet yang baik," katanya di Bandara Soekarno Hatta.
Menurut dia, tim yang harus dibina dengan baik atau bahkan bisa dimasukkan ke Program Indonesia Emas (PRIMA). Berhubung pemain timnas ini bukan hanya dari Diklat Ragunan maka bisa dimasukkan dalam PPLP-PPLP yang ada di Indonesia. [antara]
Kamis, 08 September 2011
Dua perak Astronomi untuk siswa Indonesia
Surabaya (ANTARA
News) - Tim siswa SMA Indonesia berhasil meraih dua medali perak dan
satu medali perunggu dalam ajang International Olympiad on Astronomy and
Astrophysics (IOAA) ke-5 atau Olimpiade Astronomi Internasional ke-5 di
Katowice dan Krakow, Polandia.
Dalam siaran persnya, Selasa, Staf khusus Mendiknas Sukemi mengatakan, satu medali perunggu diraih oleh M. Wildan Ghafari dari SMA Semesta Semarang, sedangkan dua medali perak diraih Ko Matias Adrian dari SMA Negeri 5 Bekasi dan Raymond Djajalaksana dari SMAK Penabur, Jakarta.
Para jawara astronomi ini disambut para pejabat kementerian pendidikan Senin malam setibanya dari Polandia.
"Olimpiade itu diikuti 29 tim dari 26 negara dengan jumlah peserta sebanyak 134 siswa SMA, sedangkan Indonesia mengirimkan lima siswa SMA dari Bekasi, Jakarta, Semarang, Gresik, dan Surabaya," kata Sukemi.
Kelima siswa SMA itu adalah Ko Matias Adrian (SMA Negeri 5 Bekasi), Raymond Djajalaksana (SMAK IPEKA Sunter Jakarta), M. Wildan Ghafari (SMA Semesta, Semarang), Miftahul Hilmi (SMA Negeri 1 Gresik), dan James Lim (SMAK Petra Surabaya).
Mereka didampingi dua tim leader dari ITB yakni Dr Hakim L. Malasan dan Dr Mohammad Ikbal.
Selain dua perak dan satu perunggu, Indonesia, melalui Dr Chatief Kunjaya, terpilih menjadi Presiden IOAA untuk periode 2012-2016.(*)
Dalam siaran persnya, Selasa, Staf khusus Mendiknas Sukemi mengatakan, satu medali perunggu diraih oleh M. Wildan Ghafari dari SMA Semesta Semarang, sedangkan dua medali perak diraih Ko Matias Adrian dari SMA Negeri 5 Bekasi dan Raymond Djajalaksana dari SMAK Penabur, Jakarta.
Para jawara astronomi ini disambut para pejabat kementerian pendidikan Senin malam setibanya dari Polandia.
"Olimpiade itu diikuti 29 tim dari 26 negara dengan jumlah peserta sebanyak 134 siswa SMA, sedangkan Indonesia mengirimkan lima siswa SMA dari Bekasi, Jakarta, Semarang, Gresik, dan Surabaya," kata Sukemi.
Kelima siswa SMA itu adalah Ko Matias Adrian (SMA Negeri 5 Bekasi), Raymond Djajalaksana (SMAK IPEKA Sunter Jakarta), M. Wildan Ghafari (SMA Semesta, Semarang), Miftahul Hilmi (SMA Negeri 1 Gresik), dan James Lim (SMAK Petra Surabaya).
Mereka didampingi dua tim leader dari ITB yakni Dr Hakim L. Malasan dan Dr Mohammad Ikbal.
Selain dua perak dan satu perunggu, Indonesia, melalui Dr Chatief Kunjaya, terpilih menjadi Presiden IOAA untuk periode 2012-2016.(*)
Selasa, 06 September 2011
Mahasiswa UNY kembangkan pengusir tikus
Yogyakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Soni Maringgih mengembangkan alat pengusir tikus berbasis mikrokontroler yang menghasilkan gelombang suara dengan frekuensi sangat tinggi atau ultrasonik.
"Alat pengusir tikus itu menggunakan rentang frekuensi sesuai dengan batas pendengaran tikus, tetapi di atas batas pendengaran manusia, sehingga tidak berbahaya bagi manusia," kata Soni di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, alat tersebut didesain dengan dua bagian pokok perangkat, yakni perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras terdiri atas sistem yang berfungsi sebagai kendali utama, yakni pengolah data dan pengontrol keseluruhan sistem.
"Masukan berupa tombol pengatur gelombang dan keluaran berupa `liquid crystal display` (LCD) yang berfungsi untuk menampilkan berapa gelombang yang dihasilkan dan `speaker` untuk mengeluarkan gelombang ultrasonik," katanya.
Ia mengatakan cara kerja alat itu diawali dengan memilih frekuensi melalui penekanan tombol pemilih frekuensi yang telah disediakan. Sistem akan memproses data yang telah diprogram dan meneruskannya ke transistor untuk diperkuat, selanjutnya ke "speaker".
"Speaker" mengeluarkan frekuensi yang dapat didengar (10kHz dan 15kHz), dan yang tidak dapat didengar (30kHz dan 40kHz), kemudian LCD akan menampilkan berapa frekuensi yang dikeluarkan oleh rangkaian tersebut.
"Ke depan, saya masih ingin mengembangkan alat pengusir tikus ini dengan memperluas cakupan gelombang frekuensi. Dengan demikian, alat tersebut dapat digunakan di mana pun, karena saat ini jangkauan jarak terjauh alat itu hanya sekitar lima meter," katanya.
Kamis, 18 Agustus 2011
Bocah TK sukses mendaki 10 puncak gunung
Pamekasan (ANTARA News) - Arya Cahya Mulyana Sugianto (6) asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim) akhirnya sukses mendaki 10 puncak gunung di Indonesia yang dilakukan mulai Mei hingga Agustus 2011 ini.
"Pendakian terakhir yang dilakukan Arya di Puncak Mahameru bertepatan dengan HUT ke-66 Kemerdekaan RI," kata Bagian Humas Tim Pendamping Pendakian Arya, Kusnindar kepada ANTARA, Kamis.
Saat menyampaikan informasi itu, Kusnindar bersama pendaki cilik Arya yang tergabung dalam tim "Ekspedisi Cahaya Merdeka 2011" tengah berada di pos pendakian Gunung Mahameru, Ranupane.
Pendakian ke puncak terakhir dari 10 gunung yang dilakukan bocah yang masih tercatat sebagai murid di Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi itu merupakan kali kedua, setelah setahun sebelumnya pada tanggal dan bulan yang sama, anak dari pasangan suami istri Agus Sugianto (41) dan Tri Yuli Mulyanti (40), asal Pamekasan ini juga mendaki gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) tersebut.
Arya mulai berangkat melakukan pendakian ke 10 puncak gunung di Indonesia pada tanggal 12 Mei dan dilepas secara langsung oleh Bupati Pamekasan di pendopo Pemkab setempat.
"Rencananya kami akan tiba di Pamekasan setelah pendakian terakhir di puncak Mahameru ini pada tanggal 21 Agustus nanti," kata Kusnindar menjelaskan.
Pendakian pada 10 puncak gunung yang dilakukan oleh Arya Cahya Mulyana Sugianto, bocah itu untuk pertama kalinya pada puncak Gunung Ciremai di Kuningan, Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Selanjutnya pendakian dilanjutkan ke puncak Gunung Slamet di Purbalingga, Jawa Tengah, Gunung Sindoro di Temanganggung, dan Gunung Wonotirto.
Kemudian ke Gunung Lawu, Gunung Rinjani, Gunung Agung, Gunung Welirang, Gunung Arjuno dan Gunung Semeru.
Menurut Kusnindar, meski telah melakukan pendakian pada 10 puncak gunung, bocah Arya Cahya Mulyana Sugianto masih sehat dan bersemangat
"Kalau orang tuanya berkenan, dia masih minta mendaki satu gunung lagi, yakni gunung Bromo. Jadi kemungkinan Arya tidak kembali ke Pamekasan sesuai jadwal," kata Kusnindar menjelaskan. (ANT)
Langganan:
Postingan (Atom)

