Selasa, 05 Mei 2015

10 Penemuan Ilmiah Paling Menghebohkan 2014

TEMPO.CO , London: Journal Science merilis sepuluh penemuan ilmiah terheboh tahun ini. Salah satunya adalah lukisan tangan di Gua Salendrang, Maros, Sulawesi Selatan, yang berusia 40 ribu tahun. (Baca juga: Lukisan Gua Tertua Ditemukan di Sulawesi)

Berikut ini daftar sepuluh penemuan tersebut, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu, 20 Desember 2014.

1. Komet Rosetta
Roket Rosetta, yang membawa Philae, diluncurkan ke luar angkasa pada tahun 2004 dengan memanfaatkan gravitasi Bumi dan Mars, untuk membawasnya mendekati Komet 67P. Setelah mengejar Komet 67P / Churyumov-Gerasimenko selama lebih dari sepuluh tahun dan memasuki orbit pada Agustus 2014.

Roket yang sudah menempuh empat miliar mil (6,5 miliar kilometer) ini akhirnya meluncurkan Philae ke daratan komet pada 12 November 2014, dan berjalan 1 meter (40 inchi) per detik. Para ilmuwan baru-baru ini mengatakan air yang ada di komet berbeda dari di bumi. Mereka menilai air di bumi kita berasal dari asteroid, bukan komet.

2. Evolusi dinosaurus menjadi burung
Tim ilmuwan internasional menganalisa ribuan fosil dinosaurus dan burung di masa awal dunia, dan membandingkan tulang makhluk-makhluk tersebut dengan burung modern. Temuan mereka antara lain, bulu, berevolusi dengan baik sebelum burung pertama ditemukan. Bulu itu bukan untuk terbang, melainkan menjaga dinosaurus unggas tersebut hangat. Selain itu, bulu pun digunakan untuk menarik lawan jenis dan menjaga keseimbangan tubuh.

3. Darah muda untuk serum awet muda
Para ilmuwan mencoba menemukan cara untuk meremajakan otot dan otak orang-orang tua, dengan memberi mereka asupan darah orang muda. Penelitian yang dipublikasikan tahun ini oleh para peneliti di Harvard University menunjukkan protein yang dikandung darah muda, dikenal sebagai GDF11, bisa memicu kekuatan otot dan daya tahan. Saat ini, tes dilakukan terhadap orang-orang berusia 18 tahun dan pasien Alzheimer berumur tua, yang menerima suntikan plasma dari orang muda.

4. Robot kompak
Robot-robot mungil dikembangkan para ilmuwan di Harvard University untuk membangun struktur sederhana tanpa pengawasan. Ada suatu kelompok di Amerika yang membuat ribuan mesin yang bisa mencetak bentuk persegi, persegi panjang dan bentuk-bentuk dua dimensi lainnya.

Selain itu, ada pengembangan dengan memanfaatkan 10 pesawat tanpa awak dengan empat mesin atau quadcopter, untuk memancarkan lokasi satu dengan lain. Teknologi ini dikembangkan untuk menghindari tabrakan, terbang dengan suatu formasi, serta berputar. Dalam eksperimen berikutnya, kapal robot mampu menampilkan manuver, dengan komando dari satu komputer pusat yang dilengkapi kamera. Penemuan-penemuan ini menjadi harapan suatu hari nanti robot bisa mengambil alih tugas manusia.

5. Chip komputer serupa otak manusia
Ahli komputer dari IBM dan sejumlah perusahaan lainnya mengembangkan chip neuromorfik berskala besar pertama. Chip ini dirancang untuk mengolah informasi layaknya otak. Otak manusia bekerja melalui neuron individu yang berkomunikasi dengan ribuan neuron di sekitarnya menggunakan sinyal kimia. Pada umumnya otak memiliki jaringan yang terdiri dari 100 miliar neuron, terhubung oleh 100 triliun sinapsis. Dengan meniru arsitektur otak manusia, chip TrueNorth IDM menggunakan 5,4 miliar transistor serta 256 juta sinapsis.

6. Lukisan tangan di gua Maros di Sulawesi Selatan
Lukisan tangan yang menggambarkan hewan ditemukan pada sebuah gua di Maros, Sulawesi, Indonesia. Usianya diperkirakan 35 ribu - 40 ribu tahun. Semua, umurnya diprediksi 10 ribu tahun. Goresan tersebut diciptakan dengan mencipratkan dan meniup cat berwarna merah di tangan, kemudian ditempelkan ke dinding gua. Lukisan itu bercampur dengan gambar babi rusa berwarna merah serta pigmen berwarna mulberi. Penemuan ini menggambarkan jenis lukisan tersebut sudah dikenal di seluruh dunia, bahkan hingga Afrika, sejak 60 ribu tahun silam.

7. Manipulasi ingatan dengan cahaya
Seperti dalam film Eternal Sunshine of a Spotless Mind, para peneliti membuktikan mampu memanipulasi bahkan menghilangkan ingatan - setidaknya pada tikus. Dengan menggunakan teknis yang disebut optogentik, melalui virus untuk membawa molekul sensitif ringan menuju neuron tikus, mereka mampu mengubah aktivitas otak binatang.

Para peneliti di MIT bisa membuang ingatan yang ada dan menanamkan yang palsu. Mereka pun mampu menukar ingatan buruk menjadi baik. Meski masih kontroversial, implikasi teknik ini jelas. Jika digunakan untuk manusia, dokter memiliki kemampuan untuk mengontrol tingkah laku manusia, dan bisa membantu para pecandu atau penderita kelainan seperti depresi dan schizophrenia.

8. Satelit murah
Meski sudah diluncurkan ke luar angkasa lebih dari satu dekade, satelit-satelit murah berukuran 4 inchi (10 sentimeter) persegi bernama CubeSats akhirnya benar-benar dilepas tahun 2014. Sebagai alat pendidikan bagi para mahasiswa, miniatur satelit tersebut sudah menjalankan sejumlah kegiatan ilmiah, menurut para peneliti. Sepanjang tahun ini, lebih dari 75 unit satelit diluncurkan, melakukan penelitian luar angkasa seperti mempelajari reaksi tumbuhan terhadap gravitasi. Selebihnya digunakan untuk menguji teknologi baru ponsel pintar dan satelit komunikasi. CubeSats diharapkan mampu menjadi teleskop luar angkasa untuk mengamati bui dan memonitor lingkungan.

9. Pengembangan alfabeta genetic
Semua kehidupan yang terjadi di bumi memiliki struktur dasar yang sama dalam kode genetik - untaian panjang DNA yang menggunakan empat molekul dasar pembentuk alfabeta geneik. Para peneliti di The Scripps Research Institute di California tahun ini menciptakan organisme pertama yang memiliki dua huruf genetik tambahan. Mereka menemukan DNA bisa menyalin dirinya. Meski bakteri sintetis ini tidak mampu bereproduksi di luar laboratorium, para ilmuwan percaya bakteri itu bisa dimanfaatkan untuk membuat biokimia dengan bahan yang tidak natural.

10. Sel penyembuh diabetes
Dua kelompok menemukan dua metode berbeda untuk mengembangkan sel yang mirip sel beta - sel yang memproduksi insulin dalam pankreas - di laboratorium tahun ini. Para peneliti memiliki kesempatan untuk mempelajari diabetes. Sel batang embrionik manusia dipakai untuk menangkal penyakit, yang sebelumnya sudah dipelajari para ilmuwan untuk membuat insulin. Sel beta membantu mengatur tingkat glukosa dalam aliran darah. Dalam tubuh penderita diabetes, sistem imun dapat melawan sel-sel tersebut dan membunuh mereka. Para peneliti dari University of British Columbia dan Harvard University memakai sel beta yang dikembangkan dari kulit manusia sehat, untuk dibandingkan dengan pasien diabetes. Para peneliti ingin melihat adanya perbedaan dari keduanya.

DAILY MAIL | MARIA YUNIAR

jumpa lagi

Setelah beberapa lama saya tidak melakukan posting, mungkin untuk waktu ini juga masih sama, maklum banyak kesibukan lain yang harus saya lakukan.

Rabu, 23 Mei 2012

Anak Indonesia jadi penulis termuda di dunia

Jakarta (ANTARA News) - Anak Indonesia kembali berprestasi di tingkat dunia setelah siswi kelas empat berumur sembilan tahun, Keily Setiawan, berhasil menjadi penulis termuda di dunia dengan menerbitkan buku berjudul Chen Chen Goes to Space.

Buku tersebut diterbitkan secara online oleh produsen komputer Apple dan didistribusikan toko iTunes di 32 negara pada 28 April 2012. Buku tersebut sekarang bertengger di ranking "200 Top Rated" untuk kategori buku gratis di Amerika Serikat dan Australia.

"Penerbitan buku di iTunes tidak mudah karena harus melalui dewan redaksi yang ketat. Dewan tersebut menyeleksi apakah isi sebuah buku menarik dan asli," kata Kepala Sekolah Sinarmas World Academy tempat Keily belajar, John Mcbryde.

Buku Chen-Chen Goes to Space bercerita tentang seorang kelinci yang ingin menjadi astronot. Buku ini ditulis Keily dalam dua bahasa yaitu, Mandarin dan Inggris serta dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang dibuat oleh Keily sendiri.

Keily sendiri, dengan bahasa Inggris yang lancar, menuturkan kepada wartawan bahwa buku Chen Chen Goes to Space dia tulis sebagai hadiah kepada adiknya yang baru lahir. Karakter kelinci dia pilih karena shio adiknya dilambangkan oleh binatang itu.

"Saya senang karena buku ini mendapat banyak komentar bagus. Salah satunya seorang ibu di Amerika yang mengatakan bahwa dia mengunduh Chen Chen Goes to Space untuk dibacakan kepada anaknya, ibu tersebut juga merekomendasikan buku ini," kata Keily.

Pada mulanya Apple menolak buku Keily karena berbahasa Mandarin. Keily, atas saran dari gurunya, kemudian menambahkan bahasa Inggris.

Sebelumnya, pada Senin lalu anak Indonesia juga berprestasi di Olimpiade Fisika se-Asia di India dengan meraih dua emas, satu perak, dan dua perunggu.
(G005)


Editor: Desy Saputra

Selasa, 31 Januari 2012

PP Iptek TMII Buka Wahana Robot


VIVAnews - Untuk memasyarakatkan dan mengadaptasi teknologi tinggi ke masyarakat, Pusat Peragaan Iptek (PP Iptek) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) meluncurkan wahana robot. Wahana permainan berbasis robotik ini akan menampilkan robot-robot canggih.

Dalam wahana robotik ini, PP Iptek menghadirkan robot jenis Humanoid dan Bioloid yang dapat bergerak serta berinteraksi dengan manusia dan benda di sekitarnya. Kehadiran robot ini dibuat untuk kepentingan edukasi.

"Salah satu tujuan wahana ini untuk menumbuhkan minat pada teknologi tinggi, dan membudayakan teknologi ke masyarakat, sains edukasi," kata Direktur PP Iptek TMII, Sukro Muhab, usai peluncuran wahana ini di TMII, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2012.

Wahana ini, dia melanjutkan, juga sebagai pembinaan bagi anak muda, khususnya kalangan pelajar, untuk memasyarakatkan teknologi tinggi. Tak hanya itu, wahana ini diharapkan akan membina para pelajar secara rutin melakukan pelatihan robotik, sehingga dapat mengikuti even robot internasional.

Ke depan, dia menambahkan, PP Iptek akan didesain berbasis robotik. Salah satu upayanya yakni membuat sanggar robotik yang merupakan wadah untuk pelatihan secara intensif dalam pembuatan robot.

"Bukan sekadar merakit, tapi tahu fungsi-fungsi robot dan membuatnya. Selama ini merakit, kami ingin membuat dan merancang dari anak bangsa," tambahnya.

Ini juga upaya untuk mengedukasi masyarakat bahwa membuat robot itu mudah. "Buatnya dengan alat elektronik yang biasa dipakai. Menyatukan komponennya saja yang belum bisa dan yang membedakan dengan robot luar adalah sensornya," ucap Sukro Muhab.

Empat dari lima robot yang kini berada di wahana robotik didatangkan dari Korea dan Prancis. Meski robot dari luar, Sukro menjelaskan bahwa robot tersebut hanya dipakai untuk modelling dan akan dipelajari.

Untuk membangun pusat Iptek berbasis robotik, PP Iptek TMII telah merencanakan kerja sama dengan membuat galeri berbasis robotik dengan TNI Angkatan Darat. Selain itu, nuansa robotik terwakili dalam 50 permainan.

Pihaknya juga akan menambah galeri Jurassic Park dan Dinosaurus serta galeri influensa dengan berbasis bantuan alat robot. Ide tersebut, menurut dia, sesuai dengan kampanye PP Iptek yang mencitakan suasana belajar yang menyenangkan dengan sains. (art)

Selasa, 03 Januari 2012

Jokowi: Mobil Anak SMK Setara Buatan Jepang


VIVAnews - Di mata Walikota Solo, Joko Widodo, mobil dinasnya yang baru karya siswa-siswa sekolah setempat sangat membanggakan. Selain harganya yang murah, desain dan interior mobil itu tidak kalah dengan mobil buatan Jepang maupun Eropa.

"Mobil ini komposisi bahan baku lokalnya mencapai 80 persen. Harganya jika diproduksi massal sekitar Rp95 juta," kata Jokowi panggilan akrab Walikota Solo kepada VIVAnews.com di Solo, kemarin.

Mobil baru kebanggaan Jokowi itu hasil karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta. Dia menambahkan, kondisi mobil yang kini dijadikan tunggangan sehari-harinya itu cukup bagus - baik dari segi desain interior maupun kualitas mesin.

"Desain interior sangat bagus. Ini terlihat dari pengerjaannya yang halus. Selain itu mesin halus sekali sehingga saya tidak ada complain sama sekali," ucapnya puas.

Mobil yang diberi merek Kiat Esemka itu memiliki kapasitas mesin 1800 CC. "Kalau harga Rp95 juta dapat mobil dengan kapasitas seperti ini, mau apalagi?. Ditambah AC (pendingin ruang) yang bagus, tape yang oke dan tempat duduk yang comfort (nyaman)," terangnya.

Mobil ini dibuat oleh siswa SMK bekerjasama dengan bengkel mobil Kiat Motor Klaten. Mobil jenis keluarga berwarna hitam itu dilengkapi dengan remote control.

"Bentuk mobil ya diambil dari macam-macam desain, ya jadinya seperti itu. Desainnya diambil dari mobil Jepang, Korea dan Eropa. Campur-campurlah desainnya. Memang pintar designernya," kata dia.

Mobil itu kini sudah diparkir di rumah dinas Walikota Solo di Loji Gandrung. Bahkan, mobil hasil karya siswa SMK itu sudah dipasang plat nomor walikota, AD 1 A. "Saya sangat bangga dengan produk lokal ini. Makanya saya mau mempromosikannnya," paparnya. (ren)

Rabu, 07 Desember 2011

Ilmuwan MITI temukan alat pembasmi kanker otak

Bogor (ANTARA News) - Sekelompok ilmuwan CTech Laboratory, sebuah lembaga riset yang berafiliasi dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), berhasil menemukan alat pembasmi kanker otak.

(Temuan) ini sebuah terobosan di dunia kedokteran yang telah berhasil dilakukan ilmuwan Indonesia, kata pimpinan tim peneliti CTech Laboratory, Dr Warsito P Taruno Warsito, melalui surat elektronik di Bogor, Senin.

"Ini pengembangan alat dari riset kami di bidang tomografi. Setelah alat pembasmi kanker payudara, kami berhasil mendesain alat pembasmi kanker otak," tambahnya.

Dengan menggunakan prinsip yang sama pada alat pembasmi kanker payudara, yaitu menerapkan metode radiasi listrik statis, katanya, temuan itu telah diuji coba pada seorang pasien penderita kanker otak kecil.

"Alhamdulillah, setelah pemakaian dua bulan pasien dinyatakan sembuh total. Saya baru mendapat salinan hasil CT-Scan otak pasien oleh tim dokter rumah sakit," kata Warsito yang juga Ketua Umum MITI.

Kesuksesan tim dari CTech yang didukung oleh perusahaan Edwar Technology ini dipaparkan dalam forum pertemuan yang dihadiri tidak kurang dari 1.500 peserta dari berbagai kampus di Sumut, Sumbar dan Aceh.

Dalam seminar yang juga menghadirkan mantan Menristek Suharna Surapranata dan staf pengajar USU Dr Yani Absah tersebut, Warsito menceritakan proses terapi dari pasien penderita kanker otak kecil (cerebellum) yang saat pertama datang dalam kondisi yang mengenaskan.

"Karena otak kecil sebagai pengendali sistem motorik tubuh, maka pasien sudah tak bisa menggerakkan seluruh ototnya. Dia hanya bisa terbaring dan tak mampu bergerak, termasuk menelan makanan atau minuman yang diasupkan ke mulutnya," katanya.

Tim peneliti kemudian merancang perangkat yang disesuaikan dengan diagnosis dokter.

Dalam terapi ini, kata Warsito menjelaskan, pihaknya memang bekerja sama dengan tim dokter ahli radiologi dan onkologi dari sebuah rumah sakit besar di Jakarta.

"Reaksi positif sudah kami peroleh dalam beberapa hari pemakaian. Pasien sudah bisa tersenyum dan sepekan kemudian sudah bisa menerima asupan makanan dan minuman dari mulutnya. Kondisi semakin membaik dalam waktu sebulan karena ia sudah bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Dan puncaknya, dua bulan setelah terapi, pasien dinyatakan sembuh total dari kanker otaknya," katanya.

Ia mengatakan, metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa yang bakal menjadi terobosan dalam dunia kedokteran.

Selain akan merevolusi pengobatan kanker secara medis, kata dia, juga akan meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan pasien atau keluarganya.

"Yang pasti ini akan mengubah metode pengobatan yang selama ini menggunakan radiasi berisiko tinggi dan berbiaya mahal," katanya.

Warsito mengakui bila ini masih dalam taraf penelitian yang perlu dielaborasi lebih jauh.

"Perlu kajian dan penelitian lebih lanjut. Mungkin ada hal-hal yang kami belum ketahui, khususnya dalam dunia medis," katanya.

Sementara, mantan Menristek, Suharna Surapranata, menyambut baik temuan dari tim CTech dan MITI ini.

Menurut dia, perlu kajian lebih lanjut dan partisipasi banyak pihak yang berkepentingan guna mendapatkan hasil yang lebih baik.

"Kalau mendengar paparan beliau, saya kira ini satu hal yang luar biasa dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah. Juga para pemangku kebijakan dari bidang kesehatan agar hasil penelitian dan penemuan ini memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia dan dunia," demikian Suharna Surapranata. (ANT-053/A027)

NASA pastikan ada planet bisa dihuni di luar sistem tata surya

Washington (ANTARA News) - Dalam satu langkah lain ke arah penemuan planet-planet serupa Bumi yang bisa menopang kehidupan, NASA menyatakan, Senin, teleskop antariksanya Kepler telah memastikan keberadaan planet pertama di sebuah zona bisa dihuni di luar sistem tata surya kita.

Para astronom Prancis sebelumnya tahun ini mengkonfirmasi planet luar pertama yang memenuhi persyaratan utama untuk menunjang kehidupan, yang dikenal sebagai Gliese 581d, lapor AFP.

Namun, Kepler 22b, yang sebelumnya terlihat sekilas pada 2009, adalah konfirmasi pertama badan antariksa AS NASA mengenai planet yang bisa dihuni.

Itu berarti para astronom telah tiga kali melihat planet tersebut melintas di depan bintangnya.

"Kita beruntung bisa mendeteksi planet ini," kata William Borucki, peneliti utama Kepler di Pusat Riset Ames NASA.

"Transit pertama tertangkap hanya tiga hari setelah kami mengumumkan wahana antariksa itu secara operasional siap. Kami melihat transit ketiga yang menentukan pada musim liburan 2010," katanya.

Kepler-22b berada dalam jarak 600 tahun cahaya dan lebih besar daripada Bumi dengan orbit 290 hari mengitari sebuah bintang seperti matahari.

NASA juga mengumumkan, teleskop Kepler telah menemukan 1.000 planet potensial lain, dua kali dari jumlah yang terlacak sebelumnya, menurut hasil riset yang diajukan pada sebuah konferensi di California pekan ini.

Kepler adalah misi pertama NASA untuk mencari planet-planet seperti Bumi yang mengorbit bintang seperti matahari kita.

Teleskop itu diluncurkan pada Maret 2009, dengan diperlengkapi kamera terbesar yang pernah dikirim ke luar angkasa -- perangkat alat 95 megapixel -- dan diperkirakan terus mengirim informasi ke Bumi hingga setidaknya pada November 2012.

Pesawat itu kini mencari planet-planet hingga sekecil Bumi, termasuk yang mengorbit bintang-bintang di sebuah zona hangat yang bisa ditempati dimana air mungkin ditemukan di permukaan planet tersebut. (M014)

Minggu, 06 November 2011

Pertamina umumkan pemenang lomba sains nasional

Jakarta (ANTARA News) - Pemenang lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina yang terbagi atas dua kategori yaitu "best theory" dan "best presenter" diumumkan pada Jumat di Jakarta.

Sebanyak 24 mahasiswa meraih juara pertama, kedua dan ketiga di bidang matematika, fisika, kimia dan biologi untuk kategori pengerjaan soal teori dan kategori penyampaian presentasi dari total 16.500 peserta yang berasal dari perguruan tinggi dan swasta di 33 provinsi di Indonesia.

"Melihat antusiasme peserta, Pertamina optimistis akan masa depan Indonesia karena memiliki banyak energi muda," kata Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini yang hadir dalam acara tersebut.

Kompetisi tersebut sudah diselenggarakan sejak 2008 hasil kerja sama Pertamina dengan Universitas Indonesia dan merupakan bagian dari "corporate social responsibility" perusahaan energi tersebut untuk untuk pendidikan, dengan total hadiah sebesar 2,8 miliar rupiah.

Hadiah tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada 24 pemenang utama di tingkat pusat tapi juga kepada 396 pemenang mahasiswa lain di tingkat provinsi serta dana pembinaan kepada 24 perguruan tinggi yang dianggap berhasil membimbing mahasiswanya.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim yang juga hadir dalam acara tersebut berharap agar kompetisi sejenis diselenggarakan oleh perusahaan lain agar mendorong budaya akademis di Indonesia.

"Saya berharap para pemenang juga tidak bergaul hanya dengan yang pandai-pandai saja tapi juga merangkul teman-teman lain agar ikut pintar karena untuk membangun bangsa ini harus bersama-sama," kata Musliar.

Ia mencontohkan bahwa di Indonesia baru terdapat sekitar 16 ribu orang penyandang gelar doktor, namun di China dengan populasi penduduk hanya lima kali lipat dari penduduk Indonesia, ada 400 ribu orang yang bergelar doktor.

"Untuk mengejar ketertinggalan tersebut pemerintah berupaya untuk menghasilkan seribu orang doktor setiap tahun melalui beasiswa unggulan, tentu Pertamina juga dapat ikut serta untuk mendukung target tersebut," tambah Musliar.

Kompetisi OSN Pertamina dimulai sejak masa pendaftaran mahasiswa yang minimal duduk di semester tiga tersebut pada 1 Agustus-20 September, dilanjutkan dengan seleksi tingkat provinsi berupa ujian tertulis. Peserta yang lolos masuk ke final tingkat provinsi berupa ujian esai dan pemaparan makalah pada 7 Oktober hingga terpilih 132 finalis yang berkompetisi di tingkat pusat selama 1-4 November.

Pemenang pertama kategori "best presenter" bidang matematika adalah Salwa Nursyahida dari Universitas Pendidikan Indonesia, bidang Fisika ialah Chalis Setyadi dari Universitas Gajah Mada, bidang Kimia adalah Ade Agus Hidayat dari Universitas Syah Kuala dan bidang Biologi bernama Andreas Binar Aji dari Universitas Kristen Satyawacana.

Sedangkan pemenang pertama kategori "best theory" bidang Matematika ialah Bernard Immanuel dari Universitas Indonesia, bidang Fisika adalah I Gede Ariana dari Universitas Pendidikan Ganesha Bali, bidang Kimia adalah Irkham dari Universitas Indonesia dan bidang Biologi ialah Ardiantiono dari Universitas Indonesia.

Pemenang pertama kategori "best presenter" mendapat uang sebesar Rp6,5 juta, pemenang kedua sebesar Rp4,5 juta dan pemenang ketiga berhak mendapat Rp2,5 juta.

Sedangkan juara pertama kategori "best theory" memperoleh uang sebesar Rp7,5 juta, juara kedua mendapat Rp5 juta dan juara ketiga memperoleh Rp3 juta. (SDP-03)