Kamis, 23 Juni 2011

Olimpiade Informasi Teknologi Bangun Kreativitas Generasi Muda

Langkat, Sumut, (ANTARA News) - Olimpiade Informasi Teknologi yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, guna membangun kreativitas generasi muda dan pelajar.

"Kegiatan ini untuk meningkatkan kreativitas dan imajinasi, memotivasi generasi muda dari mulai tingkatan Sekolah Dasar hingga jenjang Perguruan Tinggi," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Langkat, M Syamsul Harahap, di Stabat, Rabu.

Dalam Olimpiade Informasi Teknologi ini, menurut dia, DPD KNPI Langkat hanya bertugas merintis jalan, selanjutnya kegiatan ini terserah untuk pemanfaatan lebih lanjut, dapat berhasil guna.

"Ibarat membuka lahan di sebuah hutan dan setelah terbuka, maka silahkan para pihak kiranya dapat memanfaatkan ahli Informasi Teknologi (IT) dari generasi muda tersebut," katanya.

Syamsul menjelaskan, kegiatan yang merupakan prakarsa DPD KNPI Langkat bekerja sama dengan DPD Aplikasi Langkat, Kadin Daerah Langkat, BPC HIPMI Langkat dan Dinas Dikjar melibatkan lebih kurang 380 peserta.

Kegiatan IT ini akan berlangsung 22- 26 Juni 2011 dengan berbagai lomba, yakni demo robotic, kemampuan penguasaan komputer masing-masing tingkatan, seminar teknologi dan bazar teknologi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat, Syam Sumarno, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan DPD KNPI Langkat.

Sumarno berharap melalui "Langkat Expo Olimpiade IT" akan memacu semangat generasi muda, siswa sekolah menjadikan teknologi informasi yang harus dikuasai, sehingga SDM generasi muda Langkat lebih meningkat dan semakin maju.

Berbagai stand yang ikut dalam kegiatan tersebut menampilkan kreasi generasi muda di bidang IT, diantaranya pameran robot, desain komputer, dan berbagai tehnologi canggih lainnya.

Selasa, 21 Juni 2011

Manusia Cangkokan Sukses Jadi Dokter


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

London, Hati, ginjal, jantung dan paru-paru yang dimilikinya tidak ada yang asli, semua dari hasil transplantasi atau cangkokan hingga ia dijuluki manusia cangkokan. Jatuh bangun karena sakit pada hampir semua organ vitalnya malah membuatnya sukses jadi dokter.

Allisson John, wanita asal Inggris itu kembali masuk rumah sakit, bukan karena sakit melainkan untuk menjalankan praktik sebagai dokter.

Allisson yang kini berusia 32 tahun tercatat sebagai manusia pertama yang menjalani transplantasi hati, ginjal, hati sekaligus paru-paru. Semua itu ia jalani dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang menimpanya.

Dimulai sejak berusia 6 pekan, John sudah didiagnosis mengalami cystic fibrosis. Kelainan ini ditandai dengan cairan tubuh yang kental dan lengket, terutama di pankreas dan paru-paru sehingga dapat mengakibatkan sesak napas.

Kondisi itu masih bisa tertangani hingga ia tumbuh menjadi seorang gadis ramaja. Pada usia 14 tahun, barulah muncul masalah berikutnya yakni kegagalan fungsi hati.

Kelainan ini bisa dibilang agak terlambat diketahui, karena harapan hidup John tinggal 3 hari saat dokter menyarankan untuk melakukan pencangkokan. Karena kondisinya darurat dan tidak ada pilihan lain, John akhirnya menjalani operasi tersebut.

Setahun berikutnya, kelainan cystic fibrosis yang diderita sejak bayi mulai menimbulkan komplikasi. Akibatnya, pada tahun tersebut ia harus menjalani operasi pencangkokan jantung dan paru-paru sekaligus.

Operasi tersebut akhirnya berjalan sukses, bertepatan dengan selesainya 1 tahap pendidikan di tingkat college. Pada saat yang sama, ia diterima di fakultas kedokteran Cardiff University, Wales.

Belum cukup 3 organ yang ditransplantasi, ia kembali mengalami masalah dengan ginjal. Obat-obatan yang sebenarnya berfungsi untuk mencegah tubuhnya menolak organ baru ternyata memicu gagal ginjal yang serius.

Kali ini, ayah John yang sangat menghargai perjuangan hidup anaknya rela mendonorkan salah satu ginjalnya. Operasi pencangkokan paling baru bagi John itu akhirnya dilangsungkan sekitar 3 tahun yang lalu.

"Hidup saya seperti roller coaster, rasanya sangat lama waktu yang dibutuhkan hingga sekarang saya bisa ada di sini," ungkap John dikutip dari Dailymail, Kamis (5/8/2010).

John menjalani wisuda dan pelantikan sebagai dokter pada bulan Juli 2010. Selanjutnya, ia akan menjalankan praktik sebagai dokter junior di Neville Hall Hospital di Abergavenny, Inggris.

Selasa, 07 Juni 2011

Tiga Anak-anak Jago Gambar Menang Hadiah ke Jerman


Jakarta (ANTARA News) - Tiga anak-anak berhasil menyisihkan 36 ribu sebaya mereka dari seluruh Indonesia dalam lomba gambar yang berhadiah kunjungan ke Jerman.

Mereka ditemani satu orang tua masing-masing akan melihat langsung puri Faber-Castell di Stein Jerman sekaligus menghadiri puncak acara perayaan 250 tahun Faber-Castell pada bulan Juli 2011.

Lomba gambar “The Castle of Your Dreams” yang diselenggarakan perusahaan alat tulis Faber-Castell tersebut dilaksanakan di 31 kota di seluruh Indonesia sejak Februari. Perlombaan pertama dimulai di Medan pada tanggal 27 Februari dan diakhiri di kota Banjar Baru pada tanggal 1 Mei 2011.

Juara kategori A (TK) Rofifah Marwa Zayyanti (Event Cirebon), kategori B (SD kelas 1-3) dimenangi Alycia Febriana (Event Gandaria City-Jakarta) dan Juara Kategori C (SD kelas 4-6) jatuh pada Tustita Metadevi Jayamangalani Suprato (Event Bandung).

Faber-Castell dalam siaran pers menyebutkan bahwa pengumuman pemenang dilaksanakan di Atrium Mall Of Indonesia pada Minggu (5/6). Gambar para pemenang tingkat nasional maupun pemenang tingkat daerah bisa masih disaksikan hingga tanggal 12 Juni 2011.

Penjurian lomba dilaksanakan pada Jumat, 25 Mei 2011 dengan dihadiri oleh praktisi pendidikan, Lucky Wijayati, M.Sn dan Melina Surya Dewi, M.Si serta disaksikan oleh notaris.

"Kami berharap lomba ini juga akan memunculkan para seniman lukis asal Indonesia yang mungkin bisa menjadi pelukis bertaraf internasional," kata Ketua Panitia Nasional Lomba Gambar 250 Tahun Faber-Castell, Niken D.Mahanani.

Dia menjelaskan, seleksi akhir untuk menentukan juara nasional berlangsung dengan sangat ketat karena hasil gambar yang berhasil maju ketahapan seleksi akhir merupakan hasil gambar yang terbaik.

Faber-Castell berdiri sejak tahun 1761 di Jerman sedangkan di Indonesia hadir tahun 1991 melalui pabrik pensil PT. Faber-Castell Indonesia. Mulai tahun 2005 seluruh kegiatan operasional diambil alih oleh Faber-Castell dan nama perusahaan menjadi PT. Faber-Castell International Indonesia.

Jali Jali Pukau Penonton Brucken der Freundschaft Hamburg

London (ANTARA News) - Tari jali jali dari Jakarta yang dibawakan penari cilik dan remaja Indonesia dengan gerakan lincah dan gemulai diiringin irama musik dengan warna kostum tradisional, memukau pengunjung Brucken der Freundschaft? di Hamburg, Jerman.

KJRI Hamburg dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Selasa menyebutkan penampilan budaya Indonesia oleh anak-anak dan remaja pada kegiatan "Brucken der Freundschaft" tersebut menjadi favorit penonton yang hadir.

Sebelum sambutan tepuk tangan berhenti, seakan belum tersadar dari hipnotis, penari cilik dan remaja Indonesia melanjutkan tari Jali-jali yang dibawakan secara lincah dan gemulai.

Wunderbar..wunderbar..(hebat..hebat...),zugabe...zugabe... (lagi..lagi..) suara gempita penonton yang menyaksikan penampilan budaya Indonesia oleh penari cilik dan remaja Indonesia.

Para penari cilik binaan KJRI Hamburg berhasil memukau sekitar 100 orang penonton pada acara ?Brucken der Freundschaft? atau Jembatan Persahabatan yang diadakan pada akhir pekan itu.

Acara digelar oleh Verein fur Bildung, Kultur und Volkerverstandigung in Hamburg und Umgebung (BKV) e.V, Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan di Hamburg yang didirikan pada Januari 2007.

Lembaga tersebut setiap tahunnya melaksanakan program budaya internasional yang bertujuan untuk mendukung eksistensi masyarakat internasional di Hamburg dalam mempromosikan budaya negaranya masing-masing serta memupuk persahabatan antara masyarakat internasional dengan masyarakat setempat.

Secara spontan, penyelenggara dan masyarakat yang hadir menuju kepanggung guna berfoto bersama.

Meskipun bukan penari profesional, pihak penyelenggara dan penonton menunjukkan apresiasi yang tinggi atas penampilan penari cilik tersebut.

Kegiatan "Brucken der Freundschaft" diikuti oleh sembilan negara yaitu Indonesia, Pakistan, Albania, Iran, Rusia, Turki, Afganistan, Bosnia dan Jerman. (ZG/K004)

Rabu, 25 Mei 2011

Kecil-kecil Jadi Pengusaha, A Gokil Story

Jafar Sidik

Tapi gua maunya naskahku jangan diedit kebanyakan, ntar jadi kayak tulisan Pak Dendy Kepala Pusat Bahasa hihihi"

Jakarta (ANTARA News) - Tak pelak lagi gadis remaja berusia 15 tahun bernama Nilam Zubir ini memiliki bakat amat besar untuk menjadi seorang penulis besar kelak.

Perhatikan cara menulis pelajar kelas tiga SMP yang pernah menjadi presenter cilik ini. Dia mampu menularkan pengalaman konyol dari keseharian hidupnya yang sebenarnya serius, kepada pembaca. Ia sungguh berbakat menggerakkan orang lain berbuat, atau setidaknya terbuai oleh ceritanya.

Abaikan dulu Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi tangkaplah pesan-pesan besar dalam cerita 'gilanya' saat bagaimana orang seusianya jadi pengusaha.

Dia menjuduli buku ini dengan "Kecil-kecil jadi Pengusaha." Masih ada tempelan kalimat di belakang judul itu, "A Gokil Story"! Sebenarnya karyanya bukan hanya yang satu ini.

Dia memang gokil, tentu saja dalam makna yang positif. Justru setiap kata dirangkai dan setiap lelucon yang dia sampaikan, menunjukkan betapa cerdas dan luasnya wawasan anak ini. Perhatikan pengantar dia di awal bukunya di bawah ini.

"Awal tahun ini, emak dan daddy bilang, tambah umur mustinya tambah karya. Tiba-tiba gua nyadar. Bener juga tuh ortu. Ya udah deh, gue kelarin ni buku. Tapi gua maunya naskahku jangan diedit kebanyakan, ntar jadi kayak tulisan Pak Dendy Kepala Pusat Bahasa hihihi..Emak setuju. Tooosss! Paling2 ntar editornya bilang "Bagus deh ngeringanin kerjaan gue." Hehe, lucu kan?

Itu baru pengantarnya. Dari awal sampai akhir, buku tipis 90 halaman ini terus-terusan memaksa bibir Anda menyungging senyum karena mendapati dan membayangkan kegokilan yang cerdas dari si empunya cerita.

Tapi jangan salah sangka. Isi kisahnya sendiri serius, yaitu tentang manajemen usaha, mengambil inisiatif, cara memimpin dan mengoordinasikan anak buah, mencari hal-hal baru dalam hidup, bagaimana 'tampil beda,' pengambilan keputusan, dan banyak lagi.

Penerbit buku ini, Pustaka Bestari, ingin menggugah semangat kewirausahaan pada kaum muda, dari anak usia SD, SMP, sampai SMA. Dan memang target utama buku ini adalah anak-anak seusia itu.

Pustaka Bestari ingin jiwa wirausaha ditanamkan dalam-dalam sejak usia dini. Melalui buku ini mereka ingin turut mengubah masyarakat 'pencari kerja', menjadi 'pencipta lapangan kerja.' Konon, negara bisa makmur jika memiliki sedikitnya 2% wirausaha. Indonesia baru 0,18 % penduduknya berwirausaha. Pantas saja Indonesia kalah makmur dari sejumlah negara.

Upaya penerbit mengajak Nilam Zubir untuk menuliskan pengalamannya menjadi pengusaha cilik, tepat sekali. Bagi orang-orang dewasa, buku tergolong memotivasi ini mungkin terkesan kurang serius.

Tapi lain bagi anak-anak usia belia. Lagi pula, tidak adil mengajak anak-anak memahami dunia yang masih sulit dirabanya, jika kita tak mengenal dunianya, termasuk gaya berkomuniksi mereka.

Nilam Zubir berhasil menunaikan tugas sebagai penyampai dan pengajar yang baik.

Selain dia sendiri bagian dari dunia anak-anak itu, Nilam mampu mengajak kawan-kawan sedunianya untuk menyelamati hal-hal fantastis yang justru berguna ketika anak masuk ke kehidupan yang sesungguhnya.

Mempelajari hal serius tidak harus selalu dengan muka serius. Nilam melakukan ini. Buku ini ditarik dari pengalaman hidup sehari-hari Nilam saat bersama saudaranya merintis usaha dan mengikuti banyak aktivitas yang umumnya bisa "diuangkan".

Di sini, ada ajaran moral yang dibagi Nilam yang diperolehnya dari wejangan luhur orangtuanya. Dia dirancang untuk bisa berbisnis dari kecil, tetapi itu tidak membuatnya menjadi komersil atau matre.

Ajaran orangtua ternyata tetap yang terampuh, setidaknya dari penuturan Nilam mengenai sejumlah nilai moral yang diajarkan orangtuanya, diantaranya diungkapkan dalam salah satu bagian akhir bukunya, "Kata emak, kalo konsep dagangnya diniatin jadi wirausahawan sosial, itu akan membuat kita jadi gak serakah, jadi mikirin ornag lain, jadi peka sosial, dan peka situasi (gua udah apal luar kepala...tenooooot J).

Kendati Nilam menyampaikannya dalam gaya berseloroh, petuah moral yang diajarkan ibunya itu amat sarat nilai.

Jadi, kalau satu saat anak Anda menimpali Anda dengan kalimat sekenanya seperti Anda akan jumpai dalam buku ini, jangan marah dulu, mungkin sebenarnya anak Anda memahami dan menuruti petuah Anda.

Pelajaran bagus lainnya yang bisa dipetik dari Nilam adalah kemauannya untuk selalu mencoba dan mengenali hal baru. Dia juga mengajarkan, menjadi pengusaha itu adalah juga soal kemauan memetik pelajaran dari orang-orang sukses.

Maka disebut-sebutlah oleh Nilam tokoh-tokoh besar seperti pendiri Bank Grameen Muhammad Yunus, pengusaha Moeryati Soedibyo dan Pia Alisyahbana, konsultan-konsultan bisnis yang sarannya selalu diperhatikan orang, dan banyak lagi.

Di akhir bagian buku, masih dalam gaya 'gokil'-nya, Nilam berbagi kiat mengenai bagaimana baiknya memulai, mengelola, dan mengembangkan usaha.

Kiat pertama, katanya, berani memulai. Lalu, pilih usaha yang dimengerti dan bisa dijalankan. Selanjutnya, buatlah perencanaan dan konsep usaha yang jelas. Kemudian --nah ini yang keren-- membuat tim kerja dan internal sistem serta SOP. Berikutnya, berpikir tepat cara mengembangkan usaha.

Karena buku ini ditulis oleh yang memahami alam pikiran anak muda, dan karena juga isinya mencerahkan, maka buku ini pantas dimiliki dan dibaca anak Anda, bahkan Anda sendiri.

Jika seorang pengusaha kesulitan mengajari anak-anaknya untuk belajar berusaha agar bisnis mereka ada pelanjutnya, buku ini mungkin membantu keinginan Anda itu. Juga, siapapun yang bukan pengusaha.

Percayalah, jarang ada buku berisi hal serius yang menjadi bekal hidup manusia, disampaikan dengan cara gokil seperti buku ini.

Anda dan anak Anda dijamin menikmatinya dari awal sampai akhir. Tapi harap ingat, jangan sendirian membaca buku ini. Salah-salah orang akan mengatai Anda gokil alias gila, karena Anda akan mesem-mesem sepanjang membaca buku ini.

Oke, selamat membaca.

Senin, 23 Mei 2011

50 Biksu Pesan Tongkat dari Akar Bahar

Muntok, Bangka Barat (ANTARA News) - Sebanyak 50 biksu di Indonesia memesan tongkat yang bahannya dari akar bahar pada perajin di Kabupaten Bangka Barat, karena dinilai lebih kuat dan memiliki khasiat mengobati berbagai macam penyakit.

"Para biksu memilih tongkat dari akar bahar karena dinilai lebih tahan lama hingga ratusan tahun dan berkhasiat mengobati berbagai macam penyakti seperti rematik, maag dan jenis penyakit lainnya," kata Vera, seorang perajin akar bahar di Muntok, Minggu.

Ia menjelaskan, tongkat akar bahar dengan bentuknya yang unik dan mengkilat itu sudah selesai dibuat dan dalam bulan ini diambil pemesannya dengan harga satu tongkat sepanjang sekitar setengah meter Rp5 juta/tongkat.

"Selain tongkat, para biksu juga memesan kalung berbentuk tasbih yang bahannya juga dari akar bahar yang harganya sedikit lebih murah dibanding tongkat," ujarnya.

Menurut dia, setiap tahun para biksu yang tersebar di seluruh Indonesia selalu memesan akar bahar dan sudah menjadi langganan tetap, karena akar kayu bahar yang hanya ditemukan di hutan Bangka Barat lebih awet, tidak terlalu berat dan bentuknya yang unik.

"Kami juga selalu menerima pesanan para pejabat kepolisian yang ingin membuat tongkat komando yang bahan bakunya dari akar bahar, dengan harga mencapai Rp15 juta karena pada kepala tongkat dilapisi emas," ujarnya.

Menurut dia, akar bahar dibeli dari para nelayan dan petani di Bangka Barat dengan harga yang tidak terlalu mahal karena sangat mudah didapatkan di hutan daerah itu serta mengambilnya tidak terlalu rumit.

"Setiap hari ada para petani ladang dan nelayan yang menjual akar bahar kepada kami, dengan harga tidak terlalu mahal karena mereka menemukan akar bahar secara kebetulan saja," ujarnya dan enggan menyebutkan harga akar bahar yang dibeli dari para petani dan nelayan tersebut.

Ia menjelaskan, akar bahar mudah dibentuk dan dibuat beraneka jenis souvenir seperti gelang, cincin, kalung, tongkat, mainan kunci, anting dan aneka bentuk lainnya yang cukup menarik dan unik.

"Dalam satu hari kami mampu memproduksi mencapai ratusan unit souvenir dari akar bahar dengan bentuk yang beragam, dikerjakan sebanyak 20 karyawan dan mampu menembus pendapatan mencapai Rp60 juta per bulan," ujarnya.

Menurut dia, kerajinan akar bahar di Bangka Barat sudah berkembang sejak puluhan tahun silam dan sudah dikenal masyarakat nasional dan internasional.

Proses pembuatan souvenir dari akar bahar tidak menggunakan alat canggih, tetapi murni dikerjakan secara tradisional oleh perajin yang memiliki jiwa berkreasi dan seni.

"Mayoritas pelanggan akar bahar berasal dari luar daerah, bahkan ada yang dari Malaysia, Singapura dan Thailand serta dicari para wisatawan untuk souvenir," ujarnya.

Ia mengatakan, souvenir akar bahar yang merupakan kerajinan tangan tradisional khas Bangka Barat terus dipromosikan ke luar daerah dan bahkan hingga ke luar negeri, melalui pameran seni dan budaya.

"Kami sudah mempromosikan akar bahar di seluruh provinsi di Indonesia, bahkan sudah sampai ke Malaysia, Singapura dan Thailand," ujarnya.

Disinggung mengenai harga yang relatif tinggi, kata dia, cukup wajar karena proses pembuatannya cukup lama dan butuh keahlian dari para perajin yang memiliki jiwa seni.

"Namun ke depan kami mencoba membuat souvenir dari akar bahar yang harganya relatif terjangkau, sehingga mampu menembus kelas ekonomi menengah ke bawah," ujarnya. (HDI/I013/K004)

Sabtu, 21 Mei 2011

Ini Siswi SMK Peraih UN Tertinggi


Atik Fajariyani memperoleh nilai 10 untuk pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.

VIVAnews - Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi rangking 1 dari 4 kabupaten dan 1 kota di DIY dalam tingkat kelulusan siswa pada Ujian Nasional tahun 2011 ini.

Prestasi yang semakin membanggakan adalah salah satu siswi SMK Negeri 1 Bantul mendapatkan peringkat nomor 1 secara nasional dalam nilai ujian nasional yaitu 9,60.

Siswa yang meraih nilai tertinggi nasional dalam UN 2011 adalah Atik Fajariyani, 18, siswi jurusan akutansi, SMK Negeri 1, Kabupaten Bantul. Bahkan putri dari Sambudi, warga Dusun Gandekan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul ini dalam mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris mendapatkan nilai sepuluh. Sebuah nilai fantastik dan jarang terjadi.

"Sebelumnya kita tidak percaya dengan nilai yang diperoleh Atik, namun demikian setelah staf dari Kemendiknas menghubungi sekolah, kami benar-benar bersyukur dan bangga," kata Kepala Sekolah SMKN I Bantul Endang Suryaningsih, Sabtu, 21 Mei 2011

Prestasi yang diukir oleh Atik tak saja membanggakan bagi sekolah dan orang tuanya, namun juga turut mengharumkan Kabupaten Bantul di tingkat Nasional. "Ini tidak hanya bagi siswi yang bersangkutan, namun bagi kami pihak sekolah serta kebanggaan Bantul," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Kabupaten Bantul Masharun Ghazalie mengatakan, prestasi yang ditunjukkan Atik Fajaryani merupakan prestasi yang luar biasa. Atas prestasi ini, Atik langsung mendapatkan beasiswa dari pemkab sebesar Rp7,5 juta. "Dinas Sosial akan memberikan beasiswa kepada Atik sebesar Rp 7,5 juta," ujarnya.

Lebih lanjut Masharun menyatakan selain Atik, terdapat 9 siswa berprestasi lainnya di Bantul yang juga mendapatkan beasiswa dari Pemkab Bantul dengan total sebesar Rp20 juta. "Untuk pemberian beasiswa sesuai dengan prestasinya. Tertinggi ya Atik Fajaryani karena tertinggi tingkat nasional," ujarnya.

Bupati Bantul Sri Suryawidati menyatakan sangat bangga terhadap prestasi yang diukir oleh Atik dengan menjadi siswa yang memperoleh nilai UN tertinggi di Indonesia. “Mewakili masyarakat Bantul saya sangat bangga dan ini semoga menjadi contoh bagi siswa lainnya di Bantul untuk berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Atik Fajariyani mengaku kiat-kiat untuk memperoleh nilai tinggi dalam UN adalah belajar dengan giat. “Setiap hari saya belajar pada pukul 04.00 WIB, sebelum subuh,” ujarnya.

Atas prestasi yang diperolehnya ini Atik Fajariyani mengaku mendapatkan tawaran beasiswa dari berbagai pihak ini juga telah diterima sebagai mahasiswa jurusan akutansi di UNY. “Selama menempuh studi di UNY saya digratiskan hingga lulus," ujarnya.

Kebahagian Atik semakin lengkap mana kala Bupati Bantul Sri Suryawidati memberikan hadiah sebuah laptop yang diharapkan dapat menunjang dalam studi di kemudian harinya. (Laporan: Juna Sanbawa, Bantul | umi)

Kamis, 07 April 2011

Kreatif di Youtube, Briptu Norman Dapat Bonus dari Polda Gorontalo video

Jakarta - Aksi Briptu Norman Kadaru berjoget dan menirukan lagu India berjudul 'Chaiyya, Chaiyya' membawa berkah bagi dirinya. Selain menjadi terkenal di masyarakat, Norman mendapatkan bonus uang dari kesatuannya berkat kreativitasnya tersebut.

"Kalau bonus ada dari Polda, tapi belum tahu berapa, belum dicek di rekening," kata Norman sambil tertawa saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/4) malam.

Pernyataan tersebut menjawab apakah ada perlakuan khusus yang diberikan Polda Gorontalo kepada Norman setelah sosoknya melejit bak selebritas.

Dalam perbincangan tersebut, Norman juga menuturkan dirinya merasa menjadi berbeda sejak masyarakat luas mengenali dirinya dalam aksi lipsync di situs Youtube. Selain sibuk, Norman menjadi objek foto bersama setiap orang yang bertemu dengannya.

"Tiap jalan ke mana saja ada yang minta foto bareng dengan saya, ada ibu-ibu ada juga laki-laki. Ya, terpaska mau enggak mau foto-foto juga," katanya.

Norman juga senang video dirinya berjoget India dikunjungi 500 ribuan kali. "Hahaha... kalau itu saya enggak tahu ngomong apa, tapi, ya, senang saja," cerita Norman yang baru saja selesai menghadiri undangan di rumah dinas Gubernur Sulawesi Tengah.

Norman menjadi buah bibir masyarakat Indonesia setelah aksi lip sync-nya beredar di situs Youtube. Norman mengatakan, video itu awalnya dibuatnya untuk menghibur teman piketnya yang sedang memiliki masalah keluarga. Teman yang sedang sedih itu adalah polisi yang berada di samping Norman di dalam video yang kini ditonton lebih dari 500 ribu kali itu.

Gara-gara aksi itu, Norman sempat terancam sanksi karena saat merekam, Norman mengenakan seragam polisi lengkap dan sedang berjaga di pos. Namun akhirnya Norman 'selamat' dan hanya 'dihukum' menyanyi dan berjoget di depan teman-temannya.